CARA MEMPERSINGKAT ARTIKEL POS YANG PANJANG

Artikel postingan anda terlalu panjang dan ingin mempersingkat dengan roll, berikut kode scripnya.

<div style="background: #FE6602; height: 300px; overflow: auto; width: 100%;">Taruh artikel anda yang mau di roll disini</div>

Caranya:

1. Seperti postingan biasa pada umumnya, Pos Entry Baru
2. Masukkan kode script diatas, letakkan di HTML bukan di Compose
3. Simpan

Note: rubah warna background tinggi dan lebarnya sesuai keinginan anda.

Contoh tampilannya seperti dibawah ini:

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PADA PERUSAHAAN DISTRIBUSI I. PENGERTIAN UMUM TENTANG DISTRIBUSI Distribusi : Dalam arti yang sederhana adalah penyampaian barang hasil produksi Produsen ke Konsumen. Distributor : Yaitu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi. Keuntungan perusahaan distribusi yaitu dari selisih antara harga beli dengan harga jual atau lebih tepatnya margin keuntungan perusahaan distribusi didapat dari jasa atau ongkos pendistribusian atas produk yang didistribusikan. Tujuan akhir Perusahaan distribusi adalah keuntungan bukan penjualan sedangkan “Penjualan adalah salah satu proses untuk memperoleh keuntungan”. Suatu Barang dianggap laku apabila sudah dikonsumsi oleh Konsumen. Distributor hidup dan berjalan dari pembelian berulang ( repeat order ), bukan dari pembelian pertama ( first selling in ). Mitra Distributor yaitu Principal sebagai penyedia produk dan Outlet sebagai penyalur ke user produk. Memberikan kepuasan atas pelayanan ke pelanggan atau outlet merupakan salah satu cara memberikan kepuasan kedua belah pihak baik ke pelanggan secara khusus dan principal pada umumnya. II. PENGELOLAAN DISTRIBUSI Dalam pengelolaan distribusi ada beberapa Pilar Pengelolaan distribusi yang harus seimbang: II.1 KINERJA PENJUALAN Pencapaian target dan pertumbuhan dari sisi penjualan dan pangsa pasar melalui proses distribusi yang berkualitas dan benar. II.2 TINGKAT PERSEDIAAN IDEAL Jumlah stock ideal, sehingga tidak terjadi kekurangan / kelebihan. Kekurangan stock beresiko kehilangan

penjualan dan kelebihan stock beresiko meningkatnya biaya penyimpanan dan resiko rusaknya barang. II.3 PIUTANG USAHA Menganalisa sebelum memutuskan pemberian kredit, besarnya plafon kredit dan jangka waktu maksimum yang dapat diberikan serta cara pembayarannya. Pengawasan yang maksimal atas semua piutang mutlak diperlukan sesuai Prosedur Standar yang ada untuk mencegah kerugian yang timbul akibat piutang yang tidak tertagih, piutang fiktif dan Piutang Over Due. II.4 BIAYA Pengendalian dan control biaya. Semua biaya yang dikeluarkan harus mendatangkan hasil manfaatnya dan terukur. Biaya yang dikeluarkan harus efektif dan efisien. II.5 PENANGANAN PERSEDIAAN Penanganan stock baik digudang, dioutlet harus tersedia, tidak over dan kondisi produk baik. III. DASAR-DASAR DISTRIBUSI Untuk mencapai hasil distribusi yang ekonomis harus berpegang pada beberapa langkah yaitu: III.1 Wilayah Pemasaran Produk Wilayah Pemasaran Produk yang baik harus terukur : a. Target ketersediaan outlet tercapai. b. Semua unit penjualan menguntungkan. c. Setiap kunjungan ke pelanggan layak kunjung, artinya setiap kali kunjungan ada repeat order. d. Ketersediaan dan jumlah produk. e. Pengiriman tepat waktu. f. Outlet mengetahui jadwal kunjungan team penjualan. Cara- cara mengatur wilayah pemasaran. a. Jumlah Outlet Ideal. Artinya keberadaan outlet sudah mencukupi dari target agar terjadi pendistribusian yang ekonomis. b. Target Outlet Adalah target outlet berdasarkan kebutuhan produk. c. Struktur Distribusi Adalah penentuan saluran distribusi, yaitu kapan dan bagaimanan untuk menggunakan Sub Distributor, Grosir, outlet khusus, dalam penentuan struktur distribusi harus didasari oleh rentang margin dan harga, karakter produk, geografi, jumlah tenaga penjual yang tersedia. Pertimbangan pemberian atau penentuan discount harus didasarkan kepada besaran volume transaksi produk. d. Tolak ukur struktur distribusi adalah adalah penjualan yang menguntungkan. e. Geografi Faktor geografi yang perlu diperhatikan adalah jarak, waktu yang diperlukan. III.2 REGISTER OUTLET (RO) Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi, syaratnya tentu harus memiliki rekan bisnis yaitu Register Outlet. Dengan demikian Outlet yang ter-register merupakan asset penting yang harus terus-menerus di “maintenance”. Register Outlet (RO) Outlet atau pelanggan yang tercatat resmi dimana telah melakukan transaksi sebelumnya, sehingga fasilitas dan kondisi tertentu dapat diberikan, seperti: discount, credit limit dan tempo pembayaran. Active Outlet (AO) Outlet atau pelanggan yang melakukan transaksi pada setiap kali kunjungan salesman. Apabila outlet tersebut tidak melakukan transaksi dalam sebulan atau sesuai dengan ketentuan peraturan perusahaan, maka status outlet tersebut adalah tidak aktif. Potensial Outlet (PO) Outlet yang menjadi sasaran tim penjual untuk melakukan transaksi penjualan, akan tetapi statusnya belum menjadi RO maupun AO. Primary Target Outlet (PTO) Outlet utama atau prioritas yang dapat berkontribusi lebih besar dibandingkan outlet lainnya. Pelanggan dapat dikelompokkan dalam beberapa type. 1. Sub dealer yaitu perwakilan distribusi atau distributor yang mengcover wilayah pemasaran diluar market perusahaan dimana tempat tersebut tidak tercover oleh team sales. 2. Grosir Besar yg mempunyai perputaran omzet besar/ diatas rata-rata. 3. Outlet 4. Pasar Modern 5. Dll. Agar RO dapat terdata dengan baik, harus di buatkan Mastering RO, outlet harus di kelompokkan berdasarkan sub route dan salesmannya. Hal-hal yang berkaitan erat dalam Mastering RO adalah : a. Area Coverage Area atau wilayah liputan yang menjadi sasaran. b. Route c. Pembagian wilayah kerja area dalam suatu wilayah yang dibagi ke sejumlah tim penjual sehingga suatu area atau wilayah liputan dapat tercover secara maksimal. d. Sub Route Jadwal kunjungan, jarak tempuh, rute perjalanan, wilayah kerja, cakupan seorang salesman dalam perhari-nya. III.3 KARTU KUNJUNGAN PELANGGAN Kartu kunjungan pelanggan sangat penting, yang bertujuan untuk : a. Mengetahui tren penjualan dan pola beli pelanggan b. Menentukan order yang tepat c. Menghindari / mengurangi resiko bad debt dan bad stock d. Mengenal lebih detail tentang pelanggan III.4 KARTU IDENTITAS PELANGGAN Kartu identitas pelanggan ( KIP ) bertujuan untuk menghindari penyimpangan yang dilakukan oknum yang dapat merugikan Perusahaan dan pelanggan, yaitu mencegah Nota Fiktif, giro atau cheque fiktif dan giro lintas. Setiap pelanggan yang mempunyai limit kredit harus mempunyai KIP lengkap dan speciment-nya. III.5 PRODUK BARU Kategori Produk Baru : a. Produk yang telah ada di pasar namun baru didistribusikan oleh perusahaan. b. Produk baru / brand baru yang didistribusikan oleh perusahaan. Secara garis besar tugas perusahaan adalah melakukan distribusi ke outlet dengan target tertentu. Penanganan Produk Baru Penanganan produk baru yang telah ada di pasaran namun baru didistribusikan oleh perusahaan pada prinsipnya, distribusi dan pencapaian penjualan harus lebih baik dari distribusi sebelumnya dengan berpedoman pada: 1. RO yang telah ditangani oleh distributor sebelumnya harus ditangani oleh perusahaan. 2. Pengembangan distribusi berdasarkan RO perusahaan. 3. Pengembangan distribusi di outlet strategis sesuai target outlet yang telah ditangani perusahaan maupun distributor sebelumnya ( penambahan outlet baru ). Sedangkan penanganan produk baru atau brand baru yang didistribusikan oleh perusahaan. 1. Menentukan target distribusi setiap area dan per salesman 2. Menentukan target per outlet. 3. Kontrol harian ( day to day ) pencapaian penjualan per salesman. 4. Memberikan pengarahan kepada semua tim penjualan agar memahami pengetahuan tentang produk, distribusi dan target produk baru. 5. melakukan control harian terhadap target efisiensi kunjungan ( effective call ) dan target volume per salesman. 6. Kontrol pencapaian target availability perbulan, pencapaian penjualan, outlet, informasi kompetitor dan usulan perbaikan/penyempurnaan.


Demikianlah artikel mempersingkat postingan dengan roll. Semoga bermanfaat.