Jenis - Jenis Hutang dan Ekuitas Pada Akuntansi

Pasiva (liabilities) merupakan sebuah pengorbanan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku usaha pada saat ini untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang.
Pasiva dikategorikan ke dalam dua hal yakni modal (ekuitas) dan hutang. Hutang (liabilities) ini dibedakan ke dalam dua jenis yakni hutang jangka pendek (current liabilities) dan hutang jangka panjang (long-term liabilities).

A. Hutang Jangka Pendek (Current Liabilities)

Peminjaman dana yang dilakukan sebuah entitas usaha namun dibayarkan dalam waktu singkat, kurang dari satu tahun pembukuan. Ada beberapa jenis hutang jangka pendek yang biasa dibuat oleh pelaku usaha, seperti:

  • Hutang Dagang (account payable)

Hutang dagang atau kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang harus dipenuhi dalam jangka waktu yang singkat. Hutang dagang merupakan kewajiban yang timbul karena pembelian secara kredit, seperti pembelian barang dagang, bahan baku, dan lain sebagainya. 

  • Hutang Wesel (notes payable)

Hutang wesel atau surat berharga, biasanya berisi perintah tanpa syarat yang harus dibayarkan dalam hitungan 30,60 atapun 90 hari, tergantung dengan kerjasama yang dilakukan antara kedua belah pihak.

  •  Beban yang harus Dibayar

Setiap bulan atau tahunnya, sebuah perusahaan memiliki tagihan atau beban yang wajib dibayar, seperti biaya sewa gedung, gaji pegawai.

  •  Penghasilan yang Ditangguhkan (deferred revenue)

Penghasilan yang didapatkan oleh seorang pelaku usaha atas pekerjaan yang akan dilakukan di masa depan. Namun, keuntungannya sudah didapatkan atau dibayar terlebih dahulu, salah satunya dalam bentuk uang muka atau down payment (DP).

  • Hutang Dividen (deviden payable)

Sebagian besar pengusaha pasti memiliki investor atau penanam saham. Pada setiap periodenya, para investor akan mendapatkan keuntungan dari modal yang telah ia tanamkan. Apabila pemilik usaha belum membayarnya, hal tersebut dapat dihitung sebagai pasiva yang berbentuk hutang dividen.

  • Hutang Pajak (tax payable)

Kewajiban sebuah perusahaan untuk membayar pajak pada setiap periodenya juga termasuk sebagai pasiva jenis hutang dengan jangka waktu pendek. Seluruh aset perusahan, termasuk hak karyawan juga harus terhitung dalam pajak untuk negara.


 

B. Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities)
Hutang yang pembayaran waktunya relatif lebih lama dibandingkan 
current liabilities. Kebijakan ini biasanya diambil untuk melakukan sebuah aktivitas usaha yang lebih besar. Beberapa jenis dari hutang jangka panjang adalah:

  • Peminjaman Uang ke Bank (bank loan)
Pinjaman yang dilakukan seorang pelaku usaha ke bank dengan jumlah yang besar. Biasanya, peminjaman ini dilakukan untuk memperbesar bisnis atau merger bersama perusahaan lain.

  •  Pinjaman Hipotek (mortgage payable)

Seorang pelaku usaha biasanya melakukan pinjaman dana ke bank. Namun, pihak bank biasanya hanya akan memberikan dana tunai apabila ada jaminan yang diberikan kepada mereka. Salah satu jaminan yang biasa disanggupi adalah bangunan. Hal tersebut yang dikatakan sebagai pinjaman hipotek.

  •  Hutang Obligasi (bond payable)

Obligasi merupakan sebuah surat hutang yang biasanya dibuat oleh seorang pengusaha apabila ingin meminjamkan dana kepada pelaku bisnis lainnya. Dalam setiap obligasi, ada syarat-syarat tertentu yang seharusnya menjadi dasar pasiva itu dilakukan oleh kedua pihak.

  •  Suberduresi (subordinated loan)

Jenis pasiva jangka panjang yang lainnya adalah hutang suberduresi. Maksudnya adalah hutang yang mana dimiliki oleh investor atau penanam saham namun tidak diberatkan dengan bunga tambahan.

  •  Sewa Dana (payable leasme)

Peminjaman dana yang didapatkan oleh pelaku bisnis dari perusahaan asing guna melakukan ekspansi bisnis ke tahap yang lebih besar. Namun, biaya pengembaliannya dibayarkan secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.

  •  Dana Pemegang Saham (holding company loan)

Pemberian dana dari perusahaan induk terhadap anak perusahaan sebagai bagian dari permodalan utama. Walaupun berada di dalam naungan yang serupa, modal tersebut tetap dianggap sebagai hutang dan wajib dibayarkan secara bertahap.

 

C. Modal (Ekuitas)

Modal (Ekuitas) merupakan bagian dari Pasiva. Ekuitas adalah kekayaan perusahaan yang sebagiannya dimiliki oleh individu. Pada kebanyakan kasus, ekuitas (modal) dimiliki oleh para pemilik bisnis itu sendiri ataupun pihak investor yang telah menanamkan modal.

                                        “Ekuitas= Aktiva (Aset) – Hutang”

Jenis - Jenis Ekuitas

  • Modal Disetor
Ini adalah modal atau uang yang diberikan oleh pemilik usaha atau investor dalam jumlah tertentu. Tujuannya adalah untuk mengembangkan bisnis. Modal disetor ini terbagi menjadi dua bagian, yakni:
    1. Modal Saham adalah jumlah nominal uang atau lembar saham yang beredar dalam bisnis.
    2. Agio dan Disagio Saham adalah perbandingan antara banyaknya jumlah pemegang saham dalam sebuah bisnis dengan jumlah nominal saham yang ada.
  • Laba tidak dibagi/ Laba ditahan
Laba tidak dibagi/ Laba ditahan adalah kumpulan laba dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak dibagi sebagai dividen

  •  Modal Penilaian Kembali

Ketiga, modal penilaian kembali adalah memasukkan sisa-sisa modal yang ada di periode sebelumnya ke pembukuan di periode selanjutnya. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan sisa-sisa modal yang ada di periode sebelumnya untuk kebutuhan bisnis tambahan di masa depan.
  • Modal Sumbangan
Keempat, modal sumbangan adalah modal yang didapatkan berasalkan dari aktiva sumbangan dari pihak lain.

  •  Modal Lain-lain

Jenis elemen modal yang terakhir adalah modal lain-lain. Dengan kata lain, ini adalah modal yang didapatkan berdasarkan cadangan, seperti penurunan harga persediaan, cadangan pelunasan obligasi dll.


 Catatan: Agar dalam proses belajar akuntansi lebih mudah, pahami mekanisme debit kredit seperti gambar dibawah ini:



Postingan terbaru

Recent Posts Widget